Sejumlah warga di sekitar Situs Purbakala Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, memperoleh penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, Kamis, 26 Februari 2015. Mereka dianggap berjasa menyumbangkan fosil temuannya kepada Museum Sangiran.

Salah satu penerima penghargaan, Subur mengatakan warga setempat sering menemukan fosil di kawasan tersebut. “Fosil sering muncul saat kami mencangkul ladang atau membuat pondasi rumah,” katanya di sela acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di kediamannya.

Kebanyakan yang ditemukan berupa fosil hewan purba yang usianya diperkirakan mencapai satu juta tahun. “Biasanya berupa tulang kerbau purba, gajah purba hingga buaya,” katanya. Fosil terkadang ditemukan dalam kondisi baik. Hanya saja, mereka lebih sering menemukan dalam kondisi tinggal serpihan.

Subur tak mengingat jumlah pasti fosil yang telah diserahkan kepada museum. “Sudah tidak terhitung,” katanya. Meski demikian dia yakin jumlahnya mencapai ratusan fosil.

Bahkan, kebun jati yang dimilikinya juga sering dijadikan lokasi penelitian bagi para arkeolog. “Kami juga sering membantu pengangkatan fosil yang ditemukan,” katanya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan mengatakan bahwa saat ini terdapat 40 ribu fosil yang tersimpan di Museum Sangiran. “Dari jumlah tersebut 99 persen di antaranya merupakan temuan masyarakat,” katanya.

Dia menyebutkan bahwa jumlah peneliti yang ada di museum tersebut sangat terbatas. Padahal, fosil yang masih tersimpan di dalamnya diduga masih sangat banyak. Menurutnya, museum memang harus menggandeng warga sekitar untuk membantu mengungkap sejarah alam pada masa lampau.

Apalagi situs purbakala Sangiran luasnya mencapai 56 hektare dan berada di dua kabupaten, Sragen dan Karanganyar. “Warga dengan pengetahuan otodidaknya telah membantu pengembangan ilmu pengetahuan melalui fosil temuannya,” katanya.

 

Lihat Sumber